Berita
/
Siaran Pers
/
Siaran Pers Kepala Badan Gizi Nasional
/
Survei BPS: MBG Ringankan Beban Ekonomi Keluarga
Survei BPS: MBG Ringankan Beban Ekonomi Keluarga
Nomor: SIPERS-72/BGN/02/2026
Siaran Pers • 3 Februari 2026
Sumber:
Doc. Biro Hukum dan Humas BGNJakarta — Hasil survei Badan Pusat Statistik menunjukkan bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) memberikan dampak signifikan dalam menurunkan beban pengeluaran rumah tangga, khususnya pada sektor pangan. Temuan tersebut disampaikan dalam kegiatan Penyerahan Hasil Kegiatan Nota Kesepahaman antara BPS dan Badan Gizi Nasional pada Selasa (3/2).
Berdasarkan survei baseline yang melibatkan 81.100 rumah tangga di seluruh Indonesia, mayoritas penerima manfaat MBG merasakan kemudahan dalam memperoleh makanan bergizi, berkurangnya waktu persiapan makan, serta perubahan perilaku konsumsi ke arah yang lebih sehat, terutama di wilayah pedesaan.
Kepala BGN, Dadan Hindayana, menegaskan bahwa MBG dirancang tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan gizi anak, tetapi juga untuk memperkuat ketahanan ekonomi keluarga.
“Ketika anak-anak mendapatkan makanan bergizi di sekolah, beban orang tua dalam menyiapkan bekal dan memenuhi kebutuhan pangan harian otomatis berkurang. Inilah bentuk perlindungan sosial yang produktif,” ujar Dadan.
Dadan menjelaskan bahwa pengurangan pengeluaran rumah tangga membuka ruang bagi keluarga untuk mengalokasikan pendapatan pada kebutuhan lain yang lebih produktif, seperti pendidikan, kesehatan, dan tabungan.
Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti, menjelaskan bahwa survei MBG dilakukan dalam dua tahap, yaitu survei khusus terkait penyelenggaraan program dan rantai pasok, serta survei baseline mengenai dampaknya terhadap rumah tangga penerima.
“Survei baseline kami melibatkan 81.100 rumah tangga di seluruh Indonesia untuk menghasilkan estimasi hingga tingkat provinsi,” ujar Amalia.
Amalia menyampaikan bahwa hasil survei menunjukkan mayoritas penerima manfaat merasakan kemudahan dalam memperoleh makanan bergizi, berkurangnya waktu persiapan makan, serta perubahan perilaku konsumsi ke arah yang lebih sehat, khususnya di wilayah pedesaan.
“Program MBG menurunkan beban konsumsi makanan rumah tangga. Sisa pendapatan yang dimiliki keluarga dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kesejahteraan mereka,” jelas Amalia.
Menurut Dadan, hasil survei tersebut menjadi dasar penting dalam pengembangan kebijakan lanjutan yang lebih tepat sasaran.
“Data dari BPS menjadi pijakan kami untuk terus menyempurnakan program, agar manfaatnya semakin luas dan merata,” tambah Dadan.
Ke depan, BGN bersama BPS akan terus memperkuat sistem pemantauan dan evaluasi berbasis data guna memastikan MBG berjalan efektif, transparan, dan berkelanjutan.
Biro Hukum dan Humas
Badan Gizi Nasional