Berita

/

Siaran Pers

/

Siaran Pers Kepala Badan Gizi Nasional

/

Minat Bangun SPPG Membludak, Antusiasme Investor Lebihi Target

Minat Bangun SPPG Membludak, Antusiasme Investor Lebihi Target

Nomor: SIPERS-45/BGN/01/2026

Siaran Pers 22 Januari 2026

picture-Minat Bangun SPPG Membludak, Antusiasme Investor Lebihi Target

Nunukan – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana menyebut antusiasme masyarakat dan investor untuk terlibat dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus meningkat, khususnya dalam pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

"Kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi terhadap Program Makan Bergizi Gratis, terutama para mitra yang telah luar biasa membangun SPPG dengan semangat. Saat ini, Badan Gizi betul-betul kesulitan karena peminat untuk membangun SPPG melebihi yang kami harapkan," ungkapnya dalam sambutan Peresmian SPPG Nunukan Sebatik Tanjung Karang, di Pulau Sebatik, Kalimantan Utara (Kaltara), Kamis (22/1).

Hadirnya Program MBG juga memiliki potensi besar dalam mendorong perekonomian daerah. Di Pulau Sebatik sendiri, kata Dadan, telah berdiri tujuh SPPG yang diperkirakan akan mengalirkan dana dari BGN sekitar Rp 7 miliar setiap bulannya.

Dari total dana tersebut, sekitar 70 persen digunakan untuk pembelian bahan baku lokal dan 20 persen untuk pembayaran relawan. Setiap SPPG melibatkan sekitar 47 relawan, ditambah tiga pegawai Badan Gizi Nasional.

Besarnya potensi ekonomi tersebut membuat BGN saat ini harus membatasi pendaftaran investor yang ingin bergabung dalam Program MBG. Dadan pun mengajak para tokoh pengusaha di Pulau Sebatik untuk berperan aktif dalam membangun kemandirian pangan daerah melalui program ini.

Ia mendorong agar para pengusaha lokal dapat berinvestasi langsung pada sektor peternakan dan pertanian, mulai dari impor sapi hingga produksi susu secara mandiri di Pulau Sebatik.

Selain peternakan, ia juga membuka peluang pengembangan pertanian modern seperti pembangunan sayuran melalui sistem green house maupun vertical farming. Menurutnya, peluang tersebut sangat menjanjikan karena BGN siap menjadi pembeli tetap seluruh hasil produksi.

"Saya kira dengan adanya SPPG maka off taker-nya sudah jelas bahwa Badan Gizi nanti akan membeli seluruh produk tersebut," sambung Dadan.

Selain investasi skala besar, Dadan juga berharap para investor dapat menggerakkan masyarakat untuk membangun rantai pasok berbasis potensi lokal. Ia mencontohkan komoditas pisang dan daun kelor yang melimpah di Pulau Sebatik dan dapat dimanfaatkan sebagai bahan pangan dalam menu MBG.

"Tapi kami berharap mudah-mudahan tokoh masyarakat di sini terinspirasi untuk membangun rantai pasok sendiri dan diproduksi di lokal. Saya sudah melihat misalnya potensi pisangnya kemudian itu bisa memasok sendiri. Kemudian banyak sekali pohon kelor. Di setiap rumah saya lihat punya pohon kelor dan itu bisa menjadi salah satu komponen sayuran yang bisa digunakan dalam Program Makan Bergizi," tuturnya.

Biro Hukum dan Humas
Badan Gizi Nasional