Berita

/

Siaran Pers

/

Siaran Pers Kepala Badan Gizi Nasional

/

Kepala BGN Tegaskan MBG Tak Berlabel, Jangan Dibagikan

Kepala BGN Tegaskan MBG Tak Berlabel, Jangan Dibagikan

Nomor: SIPERS-317/BGN/09/2026

Siaran Pers 15 September 2026

picture-Kepala BGN Tegaskan MBG Tak Berlabel, Jangan Dibagikan

Jakarta — Kepala Badan Gizi Nasional Sudaryono atau Mas Dar menegaskan keamanan pangan sebagai prioritas utama dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia meminta kepala sekolah dan guru untuk tegas menghentikan pembagian makanan apabila ditemukan ketidaksesuaian, khususnya terkait label waktu pada setiap wadah makanan.

“Kalau makan itu diterima oleh sekolah tidak ada labelnya di setiap omprengnya, itu saya minta untuk tidak dibagikan, ditolak. Jadi minta untuk dapurnya memberikan label di setiap omprengnya,” tegas Mas Dar dalam Kick Off Webinar Literasi bagi Kepala Sekolah, Selasa (15/9).

Ia juga meminta agar label mencantumkan waktu secara spesifik, bukan sekadar keterangan seperti satu atau dua jam setelah diterima. Menurutnya, informasi waktu tersebut penting untuk memastikan makanan dikonsumsi dalam batas waktu yang aman.

“Bukan satu-dua jam setelah diterima. Karena satu-dua jam setelah diterima itu nggak jelas jamnya berapa. Jadi sebenarnya ini kayak semacam expiration date,” ujarnya.

Mas Dar juga meluruskan bahwa peran guru bukan mencicipi makanan untuk memastikan ada atau tidaknya risiko keracunan, melainkan ikut makan MBG bersama peserta didik sebagai sarana edukasi sekaligus memastikan kondisi makanan sebelum dikonsumsi.

“Sebenarnya bukan guru ikut mencicipi, tapi guru ikut makan MBGnya itu bersama dengan siswa-siswinya yang ada di kelas. Maka sebelum dimakan tentu saja dicek, apakah bau, apakah ada kemungkinan basi, apakah omprengnya ada labelnya, apakah waktunya sudah melewati batas-batas waktunya, dan lain sebagainya. Mana kalau dirasa tidak aman, maka guru kemudian kami minta untuk di-stop. Jadi enggak boleh dimakan,” katanya.

Ia menegaskan BGN tidak akan memberikan toleransi terhadap dapur MBG yang tidak memenuhi standar keamanan pangan.

“Manakala ada dapur milik siapa pun, saya nggak peduli. Manakala dia tidak sesuai dengan standar yang kita tetapkan, saya pastikan dapur itu ditutup. Jadi saya tidak main-main di urusan ini,” tegasnya.

Mas Dar mengatakan pembenahan terhadap dapur MBG terus dilakukan, termasuk menutup dapur yang tidak sesuai, memberhentikan tenaga yang tidak memenuhi ketentuan, serta menetapkan standar baru yang lebih tinggi dari sisi keamanan pangan.

Karena itu, Ia meminta kepala sekolah dan guru aktif memberikan feedback apabila menemukan persoalan dalam layanan MBG, termasuk masalah label maupun menu.

“Bapak-Ibu guru boleh protes ke SPPG-nya, tapi di-CC itu ditembuskan ke saya. Ada emailnya, sampaikan saja. Nggak perlu takut,” kata Mas Dar.

Biro Hukum dan Humas
Badan Gizi Nasional

Butuh Bantuan?