Berita
/
Siaran Pers
/
Siaran Pers Kepala Badan Gizi Nasional
/
Kepala BGN Sudaryono Prioritaskan Penyempurnaan Kualitas Layanan MBG Sebelum Perluasan Program
Kepala BGN Sudaryono Prioritaskan Penyempurnaan Kualitas Layanan MBG Sebelum Perluasan Program
Nomor: SIPERS-253/BGN/07/2026
Siaran Pers • 29 Juli 2026
Sumber:
Dok. Biro Hukum dan HumasJakarta – Badan Gizi Nasional (BGN) menegaskan komitmennya untuk fokus memprioritaskan penyempurnaan kualitas pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebelum memperluas cakupan layanan ke wilayah maupun penerima manfaat baru.
Langkah tersebut disampaikan Kepala BGN, Sudaryono, dalam Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) Tingkat Menteri Penyelenggaraan Program Makan Bergizi Gratis yang dipimpin Menteri Koordinator Bidang Pangan di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Rabu (29/7).
Rakortas dihadiri oleh kementerian dan lembaga terkait guna menyatukan langkah dalam meningkatkan efektivitas penyelenggaraan Program MBG, termasuk penguatan tata kelola, peningkatan kualitas operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), serta penyempurnaan sistem pendukung pelaksanaan program.
Mas Dar mengatakan bahwa saat ini fokus utama BGN adalah memastikan seluruh SPPG yang telah beroperasi mampu memberikan pelayanan terbaik kepada penerima manfaat melalui penguatan kualitas di setiap tahapan operasional.
"Prioritas kami sekarang bukan memperbanyak dulu, tetapi memastikan yang sudah berjalan benar-benar berkualitas. Yang sudah operasional harus kita bereskan, kita mantapkan. Menunya harus baik, pengawasannya kuat, sistemnya berjalan, sehingga masyarakat menerima layanan yang benar-benar sesuai standar," ujar Mas Dar.
Menurut Mas Dar, kualitas penyelenggaraan Program MBG sangat ditentukan oleh kemampuan setiap kepala SPPG dalam memastikan proses penyediaan makanan berlangsung sesuai standar, mulai dari pemilihan bahan baku, pengolahan, distribusi, hingga makanan diterima oleh penerima manfaat.
BGN akan terus memperkuat standar operasional prosedur (SOP) dan sistem pengawasan berbasis teknologi informasi. Melalui sistem tersebut, setiap tahapan pelayanan dapat dipantau secara menyeluruh sehingga kualitas pelayanan dapat diukur dan dievaluasi secara berkelanjutan.
"Kami berpegang pada prinsip trust is good, control is better. Artinya, kami tidak hanya mengandalkan kepercayaan, tetapi memastikan seluruh proses dapat dimonitor melalui sistem. Dari bahan baku, proses memasak, distribusi, sampai makanan diterima dan peralatan kembali ke dapur, semuanya tercatat sehingga kualitas layanan dapat dipertanggungjawabkan," kata Mas Dar.
Lebih lanjut, Mas Dar menjelaskan bahwa proses penyempurnaan kualitas akan dilakukan bersamaan dengan pemetaan wilayah yang memiliki kebutuhan intervensi gizi paling mendesak. Data mengenai daerah dengan prevalensi stunting tinggi, kerawanan pangan, maupun kelompok masyarakat yang memerlukan perhatian khusus menjadi dasar dalam menentukan prioritas penguatan layanan MBG. Pendekatan tersebut sejalan dengan hasil pembahasan Rakortas yang menekankan pentingnya intervensi berbasis data untuk meningkatkan efektivitas Program Makan Bergizi Gratis.
Dengan standar operasional yang semakin kuat, pengawasan yang lebih efektif, serta sistem yang terus disempurnakan, Program MBG diharapkan mampu memberikan manfaat yang optimal sekaligus menjaga kepercayaan masyarakat terhadap program strategis nasional.
Biro Hukum dan Humas
Badan Gizi Nasional