Berita

/

Siaran Pers

/

Siaran Pers Kepala Badan Gizi Nasional

/

Kepala BGN Nilai SPPG Sebatik Bisa Jadi Duta MBG Kawasan Perbatasan RI-Malaysia

Kepala BGN Nilai SPPG Sebatik Bisa Jadi Duta MBG Kawasan Perbatasan RI-Malaysia

Nomor: SIPERS-48/BGN/01/2026

Siaran Pers 22 Januari 2026

picture-Kepala BGN Nilai SPPG Sebatik Bisa Jadi Duta MBG Kawasan Perbatasan RI-Malaysia

Nunukan – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana mengatakan bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kini telah menjangkau daerah terdepan, termasuk Pulau Sebatik yang berbatasan langsung dengan Malaysia. Meski berada di wilayah terdepan, ia menilai pulau ini bukanlah daerah tertinggal.

Hal ini terlihat dari fasilitas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sebatik yang menurutnya melampaui standar teknis yang ditetapkan BGN. Ia berharap keberadaan SPPG di wilayah terdepan seperti Pulau Sebatik dapat menjadi rujukan bagi pihak-pihak yang akan membangun SPPG di daerah lain sekaligus duta MBG di kawasan perbatasan.

"Ini bisa menjadi duta juga. Siapa tahu nanti dari tetangga Malaysia akan melihat bagaimana Program Makan Bergizi di wilayah perbatasan dan ini akan menjadi contoh, jadikan cermin dan kemudian imej Indonesia akan keluar," katanya usai meresmikan SPPG Nunukan Sebatik Tanjung Karang, Kalimantan Utara, Kamis (22/1).

Kepala Badan Gizi Nasional saat memberi sambutan dalam peresmian SPPG di Nunukan

Ia menyampaikan apresiasi kepada mitra lokal, khususnya pemilik Yayasan Aztrada Garuda Jaya yang telah berperan aktif membangun SPPG dengan kualitas di atas ekspektasi. Dadan mengaku sempat membayangkan tantangan besar di wilayah perbatasan, baik dari sisi akses maupun kualitas.

"Bayangan saya kalau di daerah terdepan yang sulit dijangkau dan kemudian mungkin harganya mahal, mungkin kualitasnya tidak akan sebaik yang saya bayangkan. Tapi ini luar biasa, mitra di sini membangun dengan sangat baik dan bahkan jauh lebih dari ekspektasi saya. Ini kalau kita sertifikasi mungkin akan masuk di kelas unggul dan ini sudah modal yang luar biasa," ungkapnya lagi.

Dadan juga mengapresiasi kepatuhan pengelola terhadap petunjuk teknis dan standar operasional prosedur (SOP) yang dikeluarkan BGN, mulai dari alur masuk bahan baku, proses pengolahan, hingga distribusi makanan.

Menurutnya, tata letak ruangan, alur kerja dapur, serta penggunaan peralatan modern di SPPG Sebatik telah sesuai dengan standar nasional dan patut dijadikan contoh bagi daerah lain.

"Karena alurnya sudah baik antara akses masuk barang dengan hasil olahan keluar. Kemudian pembagian ruangannya juga baik, seluruh peralatannya juga modern. Pembagian ruangannya bagus seperti juknis yang dituliskan oleh Badan Gizi Nasional dan saya kira ini contoh yang sangat baik. Ketika nanti akan diakreditasi saya yakin ini akan masuk kelas unggul," pungkasnya.

Biro Hukum dan Humas
Badan Gizi Nasional