Berita

/

Siaran Pers

/

Siaran Pers Kepala Badan Gizi Nasional

/

BGN Pilih Takalar sebagai Pusat Peresmian Dapur 3T, Bupati Takalar: Ini Kebanggaan

BGN Pilih Takalar sebagai Pusat Peresmian Dapur 3T, Bupati Takalar: Ini Kebanggaan

Nomor: SIPERS-344/BGN/10/2026

Siaran Pers • 2 Oktober 2026

picture-BGN Pilih Takalar sebagai Pusat Peresmian Dapur 3T, Bupati Takalar: Ini Kebanggaan

Takalar — Badan Gizi Nasional (BGN) memperluas layanan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui aktivasi 480 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) secara serentak di 16 provinsi wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) serta daerah dengan prevalensi stunting tinggi. Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, dipilih sebagai lokasi pusat peresmian aktivasi SPPG tersebut.

Kepala BGN Sudaryono atau Mas Dar mengatakan, perluasan layanan MBG ke wilayah 3T dan daerah dengan prevalensi stunting tinggi merupakan bagian penting dari upaya memastikan program pemenuhan gizi dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat.

Menurutnya, aktivasi SPPG akan terus diperluas secara bertahap ke daerah lainnya, terutama wilayah yang memiliki prevalensi stunting tinggi dan sangat tinggi. Perluasan tersebut juga diarahkan ke wilayah yang masih memiliki kelompok masyarakat yang membutuhkan dukungan pemenuhan gizi.

“Setelah ini kami harapkan minggu depan kami buka di Kalimantan, kami buka di Bali, kami buka di Sumatra, kami buka di tempat-tempat yang memang stunting-nya tinggi, tinggi sekali dan 3T. Di tempat-tempat yang walaupun barangkali bukan di pelosok paling pelosok, tetapi anak-anaknya membutuhkan MBG,” ujar Sudaryono dalam Peresmian SPPG Wilayah 3T dan Prevalensi Stunting Tinggi di 16 Provinsi Indonesia Timur, Jumat (2/10).

Melalui aktivasi SPPG tersebut, BGN berupaya mendekatkan layanan pemenuhan gizi kepada masyarakat di wilayah yang menjadi sasaran, termasuk anak-anak sekolah serta kelompok penerima manfaat lainnya. Kehadiran SPPG di daerah juga diharapkan dapat memperkuat ekosistem pangan dan perekonomian masyarakat melalui keterlibatan sumber daya serta pelaku usaha lokal.

Pemilihan Takalar sebagai lokasi pusat peresmian mendapat apresiasi dari Bupati Takalar Mohammad Firdaus Daeng Manye. Ia menyampaikan bahwa kehadiran BGN di Takalar menjadi bentuk perhatian pemerintah pusat terhadap wilayah 3T dan daerah dengan tantangan stunting.

“Ini satu kebanggaan bagi kami, Bapak, untuk hadir di tempat ini. Luar biasa. Ini bentuk perhatian Bapak untuk wilayah-wilayah tertinggal dan stunting,” ujar Daeng Manye.

Menurut Daeng Manye, pelaksanaan aktivasi SPPG di Takalar menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam mendukung pemenuhan gizi masyarakat. Ia mengatakan, Pemerintah Kabupaten Takalar pada 2025 telah melakukan intervensi terhadap sekitar 15 ribu anak dengan dukungan anggaran sekitar Rp56 miliar.

Intervensi tersebut dilaksanakan selama 59 hari melalui pemberian makanan satu kali sehari. Berdasarkan hasil yang disampaikan Daeng Manye, program tersebut diikuti oleh peningkatan berat badan pada sekitar 70 persen anak yang menjadi sasaran intervensi.

“Ini luar biasa. Ternyata ada kenaikan 70 persen berat badan anak-anak yang menjadi sasaran intervensi,” ujarnya.

Ia berharap kehadiran layanan MBG di Takalar dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus memperkuat upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pemenuhan gizi yang lebih baik.

Biro Hukum dan Humas
Badan Gizi Nasional

Butuh Bantuan?