Berita

/

Siaran Pers

/

Siaran Pers Kepala Badan Gizi Nasional

/

BGN: Literasi Gizi MBG Bentuk Generasi Sehat, Cerdas, dan Berkarakter

BGN: Literasi Gizi MBG Bentuk Generasi Sehat, Cerdas, dan Berkarakter

Nomor: SIPERS-288/BGN/08/2026

Siaran Pers 12 Agustus 2026

picture-BGN: Literasi Gizi MBG Bentuk Generasi Sehat, Cerdas, dan Berkarakter

Jakarta – Badan Gizi Nasional (BGN) menegaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak hanya ditujukan untuk menyediakan makanan bagi peserta didik, tetapi juga menjadi sarana edukasi untuk membangun pemahaman mengenai gizi dan membentuk kebiasaan hidup sehat sejak dini.

Hal tersebut disampaikan Kepala BGN Sudaryono atau Mas Dar dalam Kick-off Literasi Gizi dan Keamanan Pangan bagi Guru yang digelar BGN bersama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Rabu (12/8).

“MBG ini bukan hanya sekadar memberikan makan. Tapi memberikan gizi. Nah, gizi yang cukup itu akan menjadi kecukupan untuk berkembang, anak-anak kita, ibu hamil, menyusui, balita, dan anak-anak sekolah kita. Jadi gizi ini penting. Jadi tidak hanya sekedar kenyang,” ujar Mas Dar.

Mas Dar menekankan bahwa tujuan MBG bukan sekadar membuat peserta didik kenyang. Makanan yang diberikan harus dipahami sebagai makanan bergizi yang memiliki manfaat bagi pertumbuhan dan perkembangan.

“Tidak hanya sekadar kenyang. Makan bergizi itu makan bergizi, bukan makan banyak. Bukan makan kenyang gratis, bukan makan banyak gratis, bukan makan enak gratis, tapi makan bergizi gratis,” tegasnya.

Karena itu, menurut Mas Dar, edukasi gizi menjadi bagian penting dalam pelaksanaan MBG. Peserta didik perlu memahami berbagai unsur gizi, seperti protein, serat, vitamin, mineral, dan karbohidrat, termasuk manfaatnya bagi tubuh.

Dalam proses tersebut, guru memiliki peran strategis karena pengetahuan yang diberikan kepada peserta didik diharapkan dapat diteruskan ke lingkungan keluarga. Sudaryono menilai, edukasi gizi yang diterima anak dapat memengaruhi pemahaman orang-orang di sekitarnya.

“Penting untuk si anak yang kita didik, untuk kemudian dia memahami itu dan kemudian bisa dengan pemahamannya itu bisa memengaruhi lingkungan dia, terkhusus adalah lingkungan keluarga di mana dia tinggal bersama orang tuanya,” ujarnya.

Sejalan dengan itu, Deputi Bidang Promosi dan Kerja Sama BGN Mariman Darto menjelaskan bahwa keberhasilan MBG tidak hanya ditentukan oleh tersedianya makanan bergizi.

“Tentu saja kegiatan ini sangat penting karena keberhasilan program Makan Bergizi Gratis tidak hanya ditentukan oleh tersedianya makanan bergizi, tetapi juga ditentukan oleh tersedianya dan pemahaman mengenai gizi seimbang, keamanan pangan, kebersihan, kedisiplinan, dan tentu kebiasaan hidup sehat di satuan pendidikan,” ujar Mariman.

Dengan demikian, literasi gizi menjadi bagian penting dalam pelaksanaan MBG, tidak hanya untuk meningkatkan pemahaman peserta didik mengenai makanan bergizi, tetapi juga membangun kebiasaan hidup sehat sejak dini. Melalui peran guru sebagai pendamping sekaligus penggerak edukasi di lingkungan sekolah dan keluarga, BGN berharap manfaat MBG dapat melampaui pemenuhan kebutuhan gizi dan turut mendukung terbentuknya generasi Indonesia yang sehat, cerdas, dan berkarakter.

Biro Hukum dan Humas
Badan Gizi Nasional

Butuh Bantuan?