Berita
/
Siaran Pers
/
Siaran Pers Sekretariat Utama
/
BGN: Guru Jadi Role Model Edukasi Gizi melalui Makan Bersama Siswa
BGN: Guru Jadi Role Model Edukasi Gizi melalui Makan Bersama Siswa
Nomor: SIPERS-305/BGN/09/2026
Siaran Pers • 6 September 2026
Sumber:
Dok. Biro Hukum dan HumasJakarta – Badan Gizi Nasional (BGN) mendorong keterlibatan aktif guru dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di satuan pendidikan. Kehadiran guru saat makan bersama peserta didik tidak semata-mata dimaknai sebagai bagian dari penerima manfaat, tetapi juga sebagai upaya memperkuat fungsi guru sebagai edukator sekaligus teladan dalam membangun kebiasaan makan sehat.
Kepala Biro Hukum dan Humas BGN, Khairul Hidayati, mengatakan keterlibatan guru dalam makan bersama siswa menjadi bagian penting dari proses edukasi yang berlangsung secara langsung di lingkungan sekolah. Menurutnya, guru memiliki posisi strategis karena perilaku yang ditunjukkan di hadapan peserta didik dapat menjadi contoh yang lebih mudah dipahami dan diterapkan.
“Guru dapat memberikan contoh secara langsung tentang bagaimana menikmati makanan bergizi, mengenali komposisi makanan, menjaga kebersihan sebelum dan sesudah makan, serta membangun kebiasaan makan yang baik,” ujar Hida.
Hida menjelaskan, MBG tidak berhenti pada penyediaan makanan bagi peserta didik. Program tersebut juga menjadi momentum untuk membangun pemahaman mengenai gizi seimbang, kebiasaan makan yang baik, kebersihan, kedisiplinan, serta karakter positif dalam kehidupan sehari-hari.
BGN juga menempatkan edukasi gizi sebagai elemen penting yang melengkapi pemberian makanan bergizi dalam pelaksanaan MBG.
“Anak-anak belajar bukan hanya dari apa yang disampaikan guru di dalam kelas, tetapi juga dari apa yang mereka lihat dan lakukan setiap hari. Karena itu, guru dapat menjadi edukator pertama dalam implementasi Program MBG di sekolah,” ujarnya lagi.
Guru sebagai lapisan terakhir, turut memastikan makanan yang disantap para siswa aman. Kehadiran guru dapat menjadi sarana untuk membangun suasana makan yang positif di sekolah melalui edukasi gizi. Guru dapat mengajak siswa mengenali komponen makanan yang tersedia, seperti sumber protein, sayur, buah, dan karbohidrat, sekaligus menjelaskan manfaatnya bagi pertumbuhan dan aktivitas sehari-hari.
“Yang ingin kita bangun adalah kebiasaan. Anak-anak tidak hanya tahu bahwa makanan itu bergizi, tetapi memahami mengapa mereka perlu mengonsumsi makanan tersebut dan bagaimana membiasakan pola makan yang sehat. Guru memiliki peran penting untuk membantu proses itu menjadi bagian dari keseharian siswa,” tutur Hida.
Lebih lanjut, Hida menegaskan bahwa keterlibatan guru dalam MBG perlu dipahami sebagai bagian dari fungsi pendidikan, bukan semata-mata sebagai tugas tambahan. Guru tetap menjalankan fungsi utamanya sebagai pendidik, sementara pelaksanaan aspek teknis dan administratif program di sekolah dilakukan melalui mekanisme yang telah ditetapkan.
Dengan pendekatan tersebut, BGN berharap pelaksanaan MBG dapat memberikan manfaat yang lebih luas. Makanan yang diterima peserta didik tidak hanya memenuhi kebutuhan gizi, tetapi juga menjadi media pembelajaran untuk membentuk pengetahuan, sikap, dan perilaku hidup sehat.
Melalui penguatan peran guru sebagai edukator dan teladan, BGN terus mendorong agar Program Makan Bergizi Gratis menjadi bagian dari ekosistem pendidikan yang mendukung lahirnya generasi Indonesia yang sehat, cerdas, dan berkarakter. Penguatan literasi gizi bagi guru juga menjadi bagian dari upaya BGN untuk memastikan manfaat MBG tidak hanya dirasakan melalui makanan yang disediakan, tetapi berlanjut menjadi perubahan perilaku makan sehat dalam kehidupan sehari-hari.
Biro Hukum dan Humas
Badan Gizi Nasional