Berita

/

Siaran Pers

/

Siaran Pers Kepala Badan Gizi Nasional

/

BGN dan Kemendikdasmen Perkuat Literasi Gizi dan Keamanan Pangan bagi Guru

BGN dan Kemendikdasmen Perkuat Literasi Gizi dan Keamanan Pangan bagi Guru

Nomor: SIPERS-284/BGN/08/2026

Siaran Pers 12 Agustus 2026

picture-BGN dan Kemendikdasmen Perkuat Literasi Gizi dan Keamanan Pangan bagi Guru

Jakarta – Badan Gizi Nasional (BGN) bersama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memperkuat kolaborasi dalam meningkatkan literasi gizi dan keamanan pangan bagi guru dan tenaga kependidikan sebagai bagian dari upaya mendukung keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui Kick-off Webinar Literasi Gizi dan Keamanan Pangan bagi Guru dalam Mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digelar secara daring melalui Zoom Meeting dan disiarkan langsung melalui kanal YouTube BGN, Rabu (12/8).

Deputi Bidang Promosi dan Kerja Sama BGN, Mariman Darto, mengatakan kegiatan ini menjadi langkah awal untuk memperkuat edukasi literasi gizi dan keamanan pangan secara luas, bertahap, dan berkelanjutan di lingkungan satuan pendidikan. Pada tahap awal, kegiatan menyasar 658.300 guru dan tenaga kependidikan di DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten.

“Keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis tidak hanya ditentukan oleh tersedianya makanan bergizi, tetapi juga pemahaman mengenai gizi seimbang, keamanan pangan, kebersihan, kedisiplinan, dan kebiasaan hidup sehat di satuan pendidikan,” ujar Mariman.

Sementara itu, Kepala BGN Sudaryono atau yang akrab disapa Mas Dar menegaskan bahwa MBG tidak hanya berkaitan dengan penyediaan makanan, tetapi juga memiliki misi edukasi untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya gizi.

“BGN itu tidak bisa kerja sendiri. Tidak sesimpel tugas kami itu membagi makanan kepada sekolah. Bukan hanya itu. Salah satunya adalah terkait literasi dan edukasi terkait gizi,” ujar Mas Dar.

Menurut Mas Dar, guru memiliki peran strategis dalam memberikan pemahaman kepada peserta didik mengenai gizi sekaligus membangun kebiasaan hidup sehat. Edukasi tersebut diharapkan tidak berhenti di lingkungan sekolah, tetapi juga dapat memengaruhi kebiasaan keluarga di rumah.

Selain literasi gizi, Mas Dar menekankan pentingnya keamanan pangan sebagai prioritas dalam pelaksanaan MBG. Guru dan tenaga kependidikan didorong memahami pemeriksaan organoleptik untuk memastikan makanan yang diterima peserta didik aman sebelum dikonsumsi.

Dengan penguatan kapasitas guru dan tenaga kependidikan, MBG diharapkan tidak hanya mendukung pemenuhan gizi peserta didik, tetapi juga membangun kebiasaan makan sehat, perilaku hidup bersih, serta generasi Indonesia yang sehat, cerdas, dan berkarakter.

Biro Hukum dan Humas
Badan Gizi Nasional

Butuh Bantuan?