Susu MBG Jadi Instrumen Intervensi Gizi
Nomor: SIPERS-22F/BGN/04/2025
Berita • 10 April 2025
Sumber:
Doc. Biro Hukum dan Humas BGNJakarta – Badan Gizi Nasional (BGN) menegaskan bahwa susu dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak lagi diposisikan sebagai minuman pelengkap semata, melainkan sebagai instrumen intervensi gizi yang terukur untuk mendukung tumbuh kembang anak.
Penegasan tersebut tertuang dalam Petunjuk Teknis (Juknis) Standar Penyediaan dan Distribusi Susu MBG yang disahkan melalui Keputusan Deputi Bidang Sistem dan Tata Kelola nomor 004/05/03/SK.04/02/2025. Juknis tersebut menetapkan secara rinci kandungan gizi, fortifikasi, serta standar nutrisi susu yang harus dipenuhi. Ketentuan ini memastikan susu MBG memiliki nilai gizi yang selaras dengan kebutuhan anak.
Kepala Biro Hukum dan Humas BGN, Khairul Hidayati, menyampaikan bahwa penetapan standar nutrisi ini menjadi bagian dari upaya pencegahan masalah gizi jangka panjang. “Susu MBG dirancang bukan sebagai simbol program, tetapi sebagai intervensi gizi yang memiliki dampak nyata bagi kesehatan dan tumbuh kembang anak,” ujar Hida di Jakarta, Kamis (10/4).
Menurut Hida, pendekatan berbasis standar ini memperkuat peran susu dalam mendukung pencegahan stunting dan peningkatan kualitas sumber daya manusia. “Dengan kandungan gizi yang terukur dan terstandar, manfaat susu MBG dapat dirasakan secara berkelanjutan,” katanya.
Biro Hukum dan Humas
Badan Gizi Nasional