Program MBG Tembus 20 Juta Penerima Manfaat
Nomor: SIPERS-174/BGN/08/2025
Berita • 14 Agustus 2025
Sumber:
Doc. Biro Hukum dan Humas BGNJakarta – Bertepatan dengan suasana Kemerdekaan RI yang ke-80, Badan Gizi Nasional mengumumkan bahwa Program Makan Bergizi Gratis telah menyentuh 20 juta penerima manfaat. Hal ini disampaikan pada kegiatan update rutin yang berlangsung pada hari Kamis, (14/08).
Capaian angka penerima manfaat ini didukung dengan adanya percepatan pembangunan infrastruktur dalam Program Makan Bergizi Gratis. Saat ini, jumlah SPPG telah mencapai 5800 unit dengan perkiraan tambahan jumlah SPPG yang beroperasi akan terus menanjak hingga akhir tahun.
Redy Hendra selaku Juru Bicara Badan Gizi Nasional menyebutkan bahwa capaian Program MBG meningkat pesat.
“Capaian program MBG sangat signifikan dari beberapa waktu yang lalu, karena verifikasi dilakukan secara efektif terhadap mitra yang mendaftar. Saat ini, terdapat sebanyak 17.000 calon mitra yang sudah berproses dan sedang persiapan untuk operasional,”
Sementara itu, Program MBG diproyeksikan untuk dapat menyentuh penerima manfaat di seluruh daerah, termasuk daerah 3T. Percepatan di wilayah 3T menggunakan strategi kolaborasi dengan pemerintah daerah setempat, pihak swasta, dan mitra pembangunan lainnya. Operasional SPPG di daerah 3T ditargetkan dimulai pada bulan September.
Sebagai program yang berjalan kurang dari satu tahun, tentunya banyak hal yang perlu disempurnakan dalam pelaksanaannya. BGN terus berkomitmen dalam melakukan perbaikan dan evaluasi secara berkala untuk memastikan keamanan dan optimalnya manfaat yang diterima seluruh kelompok sasaran.
“Dalam pelaksanaan MBG, kita sudah mendengar beberapa insiden gangguan kesehatan di beberapa tempat. BGN sudah melakukan investigasi dan koordinasi dengan Dinas Kesehatan serta BPOM untuk mengetahui penyebab kejadian. Kemudian, hasil investigasi menjadi masukkan dan evaluasi bagi BGN untuk menerapkan standar tinggi dalam pengelolaan Program MBG dan verifikasi SPPG,” imbuh Redy.
BGN menyikapi seluruh kendala yang terjadi di lapangan dengan memaksimalkan penanganan insiden. Selain itu, mitigasi juga dilakukan guna menghindari insiden yang tidak diinginkan terjadi kembali. Salah satu strategi yang dilakukan BGN adalah melakukan penyempurnaan SOP dan pedoman yang digunakan pada Program MBG, serta melakukan inventarisasi risiko-risiko kendala pada masing-masing SPPG, sehingga seluruh risiko dapat diformulasikan pencegahannya.
Biro Hukum dan Humas
Badan Gizi Nasional