Program MBG Libatkan Rantai Pasok Pangan Lokal
Nomor: SIPERS-15G/BGN/03/2025
Berita • 20 Maret 2025
Sumber:
Doc. Biro Hukum dan Humas BGNJakarta — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) melibatkan rantai pasok pangan lokal sebagai bagian dari strategi pemenuhan bahan baku yang berkelanjutan. Badan Gizi Nasional (BGN) menempatkan peran petani, peternak, dan produsen lokal sebagai mitra penting dalam mendukung kelancaran pelaksanaan program di berbagai daerah.
Keterlibatan pelaku pangan lokal dilakukan untuk memastikan ketersediaan bahan baku yang segar, aman, dan sesuai kebutuhan gizi. Selain mendukung kualitas pangan, pendekatan ini juga bertujuan memperkuat ekonomi lokal dan memperpendek rantai distribusi dalam penyelenggaraan MBG.
Kepala Biro Hukum dan Humas BGN, Khairul Hidayati, mengatakan bahwa pelibatan rantai pasok lokal menjadi bagian dari desain kebijakan MBG.
“Program MBG tidak berdiri sendiri. Kami melibatkan petani, peternak, dan produsen lokal agar suplai pangan terjaga sekaligus memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat di daerah,” ujar Hida di Jakarta, Jumat (20/3).
Pemanfaatan rantai pasok lokal juga memungkinkan penyesuaian bahan pangan dengan potensi dan karakteristik wilayah. Dengan demikian, MBG dapat dijalankan secara lebih adaptif tanpa mengabaikan standar mutu dan keamanan pangan.
Mengacu pada Keputusan Kepala BGN Nomor 15.1 Tahun 2024 Tentang Pedoman Umum Sistem dan Tata Kelola Badan Gizi Nasional untuk Program MBG, pelibatan pelaku pangan lokal diatur sebagai bagian dari sistem operasional dan pengendalian mutu. Kerangka ini memastikan kerja sama dengan pemasok lokal dilakukan secara transparan, terukur, dan akuntabel.
Hida menambahkan bahwa pendekatan ini memperkuat keberlanjutan program.
“Dengan rantai pasok lokal yang kuat, pelaksanaan MBG menjadi lebih berkelanjutan. Program ini tidak hanya memenuhi kebutuhan gizi, tetapi juga menggerakkan ekonomi daerah,” kata Hida.
Biro Hukum dan Humas
Badan Gizi Nasional