Menu MBG di Masa Libur Disesuaikan Daya Simpan
Nomor: SIPERS-445B/BGN/12/2025
Berita • 23 Desember 2025
Sumber:
doc. Biro Hukum dan HumasJakarta — Badan Gizi Nasional (BGN) menegaskan bahwa penyusunan menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di masa libur dilakukan dengan mempertimbangkan secara ketat standar daya simpan dan pencegahan risiko konsumsi pangan tidak aman. Ketentuan ini diatur dalam Surat Edaran Kepala BGN Nomor 8 Tahun 2025 tentang Pelayanan Program MBG pada Libur Akhir Tahun 2025, yang menjadi pedoman operasional sementara bagi seluruh satuan pelaksana.
Dalam surat edaran tersebut, BGN mengatur bahwa penyesuaian menu selama masa libur hanya dapat dilakukan dengan memilih bahan pangan yang aman dikonsumsi, memiliki daya simpan terbatas dan terukur, serta sesuai dengan prinsip gizi seimbang. Penyesuaian ini bertujuan untuk memastikan bahwa paket MBG yang diterima peserta didik tetap layak konsumsi meskipun terjadi perubahan ritme distribusi selama libur sekolah.
Kepala Biro Hukum dan Humas BGN, Khairul Hidayati, menegaskan bahwa aspek keamanan pangan menjadi dasar utama dalam setiap penyesuaian menu MBG di masa libur.
“Menu MBG di masa libur disusun berdasarkan daya simpan yang aman. Ini penting untuk mencegah risiko konsumsi pangan yang sudah melewati batas aman, terutama ketika paket dibawa pulang dan tidak langsung dikonsumsi,” ujar Hida di Jakarta, Selasa (23/12).
Surat Edaran Nomor 8 Tahun 2025 juga menegaskan bahwa paket MBG kemasan hanya boleh berisi pangan yang sesuai standar keamanan, seperti produk yang stabil dalam suhu ruang untuk waktu terbatas, tidak mudah rusak, serta tidak memerlukan pengolahan ulang yang berisiko. Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) diwajibkan melakukan seleksi bahan baku, pengemasan, dan pelabelan secara cermat untuk meminimalkan potensi pangan tidak aman di tingkat rumah tangga.
Hida menambahkan bahwa kebijakan ini merupakan langkah preventif untuk melindungi penerima manfaat, khususnya anak-anak, dari risiko kesehatan selama masa libur.
“Pencegahan selalu lebih baik. Dengan standar menu berbasis daya simpan, kami ingin memastikan bahwa MBG di masa libur tetap aman, tidak menimbulkan risiko kesehatan, dan tetap memberi manfaat gizi optimal bagi penerima,” tegasnya.
BGN memastikan bahwa penerapan standar menu berbasis daya simpan ini berada dalam pengawasan Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG). Monitoring dan evaluasi dilakukan untuk memastikan seluruh SPPG mematuhi ketentuan surat edaran, baik dalam pemilihan menu, proses pengemasan, maupun distribusi kepada penerima manfaat.
Biro Hukum dan Humas
Badan Gizi Nasional