MBG Jadi Investasi Sosial Menuju Indonesia Emas
Nomor: SIPERS-15C/BGN/03/2025
Berita • 20 Maret 2025
Sumber:
Doc. Biro Hukum dan Humas BGNJakarta — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) diposisikan sebagai investasi sosial jangka panjang dalam pembangunan sumber daya manusia, bukan sekadar program bantuan pangan. Badan Gizi Nasional (BGN) menilai penguatan gizi sejak dini menjadi fondasi penting untuk mewujudkan Indonesia Emas di masa depan.
Melalui MBG, negara berupaya memastikan pemenuhan gizi kelompok sasaran secara berkelanjutan, terutama anak-anak dan kelompok rentan. Pendekatan ini diarahkan untuk meningkatkan kualitas kesehatan, kemampuan belajar, dan produktivitas generasi mendatang.
Kepala Biro Hukum dan Humas BGN, Khairul Hidayati, mengatakan MBG dirancang sebagai kebijakan strategis jangka panjang.
“Program Makan Bergizi Gratis kami tempatkan sebagai investasi sosial. Dampaknya tidak hanya dirasakan saat ini, tetapi menjadi modal penting bagi kualitas sumber daya manusia Indonesia ke depan,” ujar Hida di Jakarta, Jumay (20/3).
Investasi gizi yang dilakukan melalui MBG diharapkan memberikan efek berantai, mulai dari penurunan masalah gizi, peningkatan kualitas pendidikan, hingga kesiapan tenaga kerja di masa depan. Dengan demikian, manfaat program melampaui aspek pemenuhan kebutuhan harian.
Mengacu pada Keputusan Kepala BGN Nomor 15.1 Tahun 2024 Tentang Pedoman Umum Sistem dan Tata Kelola Badan Gizi Nasional untuk Program MBG, pendekatan investasi manusia menjadi bagian dari arah kebijakan dan perencanaan program. Kerangka ini memastikan MBG dijalankan secara berkelanjutan, terukur, dan berorientasi pada dampak jangka panjang.
Hida menambahkan bahwa keberhasilan MBG akan tercermin dari kualitas generasi penerus bangsa.
“Dengan gizi yang baik sejak dini, kita sedang menyiapkan generasi yang lebih sehat, cerdas, dan produktif. Inilah kontribusi nyata MBG menuju Indonesia Emas,” kata Hida.
Biro Hukum dan Humas
Badan Gizi Nasional