Berita

/

Berita

/

Manajemen Risiko Jadi Fondasi Operasional MBG

Manajemen Risiko Jadi Fondasi Operasional MBG

Nomor: SIPERS-12I/BGN/03/2025

Berita 19 Maret 2025

picture-Manajemen Risiko Jadi Fondasi Operasional MBG

Jakarta — Badan Gizi Nasional (BGN) menempatkan manajemen risiko sebagai fondasi utama dalam operasional Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kerangka ini diterapkan untuk mengantisipasi berbagai potensi gangguan, mulai dari aspek operasional, keamanan pangan, hingga distribusi, agar pelaksanaan program berjalan stabil dan berkelanjutan.

Pendekatan manajemen risiko dilakukan melalui pemetaan potensi risiko sejak tahap perencanaan, penetapan langkah mitigasi, serta mekanisme pengendalian yang terintegrasi di setiap tahapan program. Dengan sistem ini, BGN berupaya memastikan gangguan operasional dapat diminimalkan dan ditangani secara cepat.

Kepala Biro Hukum dan Humas BGN, Khairul Hidayati, menyatakan bahwa manajemen risiko menjadi bagian tak terpisahkan dari tata kelola MBG.

“Manajemen risiko kami terapkan sebagai fondasi operasional MBG. Setiap potensi gangguan diidentifikasi sejak awal agar dapat diantisipasi dan ditangani tanpa mengganggu layanan kepada masyarakat,” ujar Hida di Jakarta, Rabu (19/3).

Penerapan manajemen risiko mencakup berbagai aspek, termasuk kesiapan fasilitas, kepatuhan terhadap standar operasional, hingga pengawasan keamanan pangan. Setiap unit pelaksana diwajibkan memahami dan menjalankan langkah mitigasi sesuai peran dan tanggung jawabnya.

Mengacu pada Keputusan Kepala BGN Nomor 15.1 Tahun 2024 Tentang Pedoman Umum Sistem dan Tata Kelola Badan Gizi Nasional untuk Program MBG, kerangka manajemen risiko disusun sebagai bagian dari sistem pengendalian internal. Pendekatan ini memastikan seluruh proses operasional dapat diawasi, dievaluasi, dan disempurnakan secara berkelanjutan.

Hida menambahkan bahwa manajemen risiko juga berperan penting dalam menjaga kepercayaan publik.

“Dengan manajemen risiko yang kuat, pelaksanaan MBG menjadi lebih terkendali dan akuntabel. Ini penting agar program dapat berjalan konsisten dan dipercaya masyarakat,” tegas Hida.

Biro Hukum dan Humas
Badan Gizi Nasional