Berita

/

Berita

/

Distribusi Susu MBG Diatur Ketat Antisipatif Risiko

Distribusi Susu MBG Diatur Ketat Antisipatif Risiko

Nomor: SIPERS-20E/BGN/04/2025

Berita 8 April 2025

picture-Distribusi Susu MBG Diatur Ketat Antisipatif Risiko

Jakarta – Badan Gizi Nasional (BGN) menegaskan bahwa distribusi susu dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) diatur secara rinci dan ketat untuk meminimalkan ruang tafsir di lapangan sekaligus mengantisipasi berbagai risiko yang berpotensi mengganggu mutu dan keamanan pangan anak.

Pengaturan tersebut tertuang dalam Petunjuk Teknis (Juknis) Standar Penyediaan dan Distribusi Susu MBG yang disahkan melalui Keputusan Deputi Bidang Sistem dan Tata Kelola nomor 004/05/03/SK.04/02/2025. Kebijakan tersebut mengatur secara detail tahapan penyimpanan, pengangkutan, hingga penyerahan susu kepada penerima manfaat. Juknis ini menjadi rujukan nasional guna memastikan keseragaman implementasi di seluruh wilayah.

Kepala Biro Hukum dan Humas BGN, Khairul Hidayati, menyampaikan bahwa pengaturan detail ini dirancang untuk menghindari interpretasi bebas yang dapat berdampak pada kualitas. “BGN menyusun juknis secara rinci agar pelaksanaan di lapangan memiliki kepastian dan tidak membuka celah penafsiran yang berisiko terhadap mutu susu,” ujar Hida di Jakarta, Selasa (08/4).

Menurut Hida, pendekatan tersebut juga merupakan bagian dari manajemen risiko program nasional. “Distribusi susu MBG dirancang antisipatif, untuk mencegah kontaminasi, kerusakan, maupun kesalahan distribusi sebelum berkembang menjadi masalah kesehatan atau krisis kepercayaan,” katanya.

Biro Hukum dan Humas
Badan Gizi Nasional