BGN Prioritaskan Keamanan Pangan MBG di Masa Libur
Nomor: SIPERS-440B/BGN/12/2025
Berita • 22 Desember 2025
Sumber:
doc. Biro Hukum dan HumasJakarta — Badan Gizi Nasional (BGN) menegaskan bahwa keamanan pangan menjadi prinsip utama dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama masa libur akhir tahun dan libur sekolah. Penegasan ini tercantum dalam Surat Edaran Kepala BGN Nomor 8 Tahun 2025 tentang Pelayanan Program MBG pada Libur Akhir Tahun 2025, yang menjadi pedoman resmi seluruh satuan pelaksana di lapangan.
Dalam surat edaran tersebut, BGN mengatur secara rinci penyesuaian mekanisme distribusi MBG selama libur agar tetap memenuhi standar keamanan pangan. Setiap paket MBG—baik menu siap santap maupun paket kemasan—wajib disusun dari bahan pangan yang aman, higienis, dan sesuai dengan ketentuan Angka Kecukupan Gizi (AKG), serta memiliki ketahanan yang terukur sesuai waktu konsumsi.
Kepala Biro Hukum dan Humas BGN, Khairul Hidayati, menyampaikan bahwa perubahan ritme distribusi selama libur tidak boleh menurunkan standar keamanan pangan yang telah ditetapkan.
“Meskipun terdapat penyesuaian mekanisme selama libur, prinsip keamanan pangan tidak boleh bergeser. Semua paket MBG yang dibagikan harus tetap aman dikonsumsi, bergizi, dan sesuai dengan standar yang ditetapkan dalam Surat Edaran Nomor 8 Tahun 2025,” ujar Hida di Jakarta, Senin (22/12).
Surat edaran tersebut juga menegaskan bahwa Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) wajib melakukan seleksi bahan pangan secara ketat, pengolahan sesuai prosedur higienitas, serta pengemasan yang mempertimbangkan daya tahan pangan. Untuk paket kemasan, BGN membatasi jenis pangan yang dapat dibagikan agar tidak berisiko rusak atau membahayakan kesehatan penerima manfaat selama masa simpan.
Hida menambahkan bahwa penekanan pada keamanan pangan ini merupakan bagian dari upaya perlindungan negara terhadap anak-anak dan kelompok rentan penerima manfaat MBG.
“Keamanan pangan adalah fondasi program MBG. Kami tidak hanya memastikan anak-anak tetap menerima makanan selama libur, tetapi juga memastikan bahwa makanan tersebut benar-benar layak, aman, dan memberi manfaat bagi kesehatan mereka,” tegasnya.
Biro Hukum dan Humas
Badan Gizi Nasional