BGN Pastikan Penanganan Cepat Insiden MBG di Lombok Barat
Nomor: SIPERS-197/BGN/09/2025
Berita • 3 September 2025
Sumber:
Doc. Biro Hukum dan Humas BGNJakarta – Badan Gizi Nasional (BGN) menanggapi dugaan insiden keamanan pangan yang dialami sejumlah siswa SDN 1 Selat, Narmada, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), pada Rabu (3/9).
Peristiwa ini terjadi setelah siswa menyantap menu Makanan Bergizi Gratis (MBG) dan mengeluhkan gejala seperti pusing, nyeri perut, hingga muntah. Kepala Biro Hukum dan Humas BGN, Khairul Hidayati, menegaskan bahwa pihaknya memandang serius kasus ini.
"Badan Gizi Nasional memastikan seluruh siswa yang terdampak sudah mendapatkan penanganan cepat dan kini dalam kondisi baik. Kami juga berkoordinasi erat dengan BPOM, Dinas Kesehatan, serta pihak kepolisian untuk memastikan uji laboratorium dilakukan secara transparan dan menyeluruh," ujar Hida dalam pernyataan resminya di Jakarta, Jumat (5/9).
Dia menambahkan, distribusi MBG tetap berjalan dengan pengawasan ketat, dan setiap temuan akan ditindaklanjuti dengan langkah korektif.
"Keselamatan dan kesehatan anak-anak adalah prioritas utama. Kami akan memperkuat prosedur pengawasan, baik dari sisi distribusi, penyimpanan, maupun kualitas makanan, agar kejadian serupa tidak terulang," tegas Hida.
Kronologi Kejadian dan Menanti Uji Hasil Lab
Sementara itu, Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Lombok Islamic School Narmada, Sabni Ilya, yang bertanggung jawab atas proses distribusi MBG ke sekolah tersebut, memaparkan kronologi kejadian.
"Pada 3 September 2025 pukul 07.30 WITA, tim distribusi SPPG yang terdiri dari Nurdin (asisten lapangan), Abdul Karim (sopir), dan Taufik (Helper) mengantarkan makanan MBG ke SDN 1 Selat, Narmada, Lombok Barat, dengan aman dan tertib," jelas Sabni.
Lebih lanjut, Sabni menerima laporan dari pihak sekolah adanya beberapa siswa yang mengalami gejala sakit perut dan muntah sekitar 30 menit setelah menyantap makanan MBG yang disajikan.
"Pukul 10.44 WITA, pihak sekolah melaporkan bahwa beberapa siswa mengalami gejala sakit perut dan muntah sekitar 30 menit setelah menyantap makanan MBG. Pukul 11.00 WITA, para siswa dibawa ke Puskesmas Suranadi dan RS Awet Muda," kata dia.
Setelah mendapatkan penanganan medis, kondisi siswa berangsur membaik dan diperbolehkan pulang. Sampel makanan kemudian diambil dan diuji oleh BPOM.
Biro Hukum dan Humas
Badan Gizi Nasional