BGN Pastikan MBG Tetap Jalan Saat Libur Sekolah
Nomor: SIPERS-111A/BGN/06/2025
Berita • 23 Juni 2025
Sumber:
Doc. Biro Hukum dan Humas BGNJakarta— Badan Gizi Nasional (BGN) menegaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap berjalan selama masa libur sekolah guna memastikan pemenuhan gizi bagi seluruh peserta didik dan kelompok rentan tidak terhenti. Kebijakan ini sejalan dengan Pedoman Tata Kelola Penyelenggaraan Program MBG Selama Libur Sekolah yang ditetapkan melalui Keputusan Kepala BGN Nomor 52.1 Tahun 2025.
Dalam pedoman tersebut, BGN memastikan bahwa alur distribusi MBG tetap berlanjut meski sekolah memasuki masa libur semester, di mana Kelompok 3B yang terdiri dari ibu hamil, ibu menyusui, dan anak balita tetap menerima MBG enam hari dalam sepekan tanpa terpengaruh kalender libur sekolah, sementara siswa dan santri memperoleh paket MBG sesuai mekanisme libur sekolah pada sekolah atau pesantren yang bersedia hadir untuk pendistribusian.
Kepala Biro Hukum dan Humas BGN, Khairul Hidayati, menyampaikan bahwa keberlanjutan program ini menjadi prioritas pemerintah karena risiko gizi buruk kerap meningkat pada masa liburan akibat pola makan yang tidak terpantau.
“Kita ingin memastikan bahwa gizi anak-anak Indonesia tidak terputus hanya karena libur sekolah. Selama masa liburan, BGN tetap mendistribusikan paket MBG baik kepada siswa maupun kelompok rentan 3B. Ini adalah komitmen kami untuk menjaga keberlanjutan pemenuhan gizi yang berkelanjutan,” tegas Hida di Jakarta, Senin (23/6).
Pada masa libur sekolah, BGN menerapkan sistem paket kombinasi, terdiri dari satu menu siap santap yang dimasak langsung oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan dua paket MBG kemasan untuk dibawa pulang, berisi roti, telur, susu, dan buah yang memenuhi kaidah gizi seimbang sesuai Angka Kecukupan Gizi (AKG). Mekanisme ini dirancang agar siswa tetap terjamin asupan gizinya meski tidak berada di sekolah.
Selain itu, BGN menerapkan sistem dua totebag berbeda warna untuk paket MBG kemasan yang berfungsi sebagai pengendalian distribusi, memastikan tidak terjadi duplikasi penerimaan. SPPG juga tetap beroperasi selama liburan dengan memaksimalkan peran relawan untuk menyiapkan distribusi paket, kegiatan kebersihan, hingga pelatihan internal.
Hida menambahkan bahwa kebijakan ini diharapkan tidak hanya menjaga ketahanan gizi anak, tetapi juga memberi kepastian bagi keluarga penerima manfaat.
“Program MBG selama libur sekolah adalah bentuk kepedulian negara. Kami ingin memastikan keluarga tetap merasa tenang karena anak-anak dan kelompok rentan tetap mendapatkan makanan bergizi yang aman dan berkualitas,” tutup Hida.
Biro Hukum dan Humas
Badan Gizi Nasional