Berita

/

Artikel

/

Pagi Ceria di SDN Pegangsaan, MBG Hidupkan Semangat Siswa Pasca Lebaran

Pagi Ceria di SDN Pegangsaan, MBG Hidupkan Semangat Siswa Pasca Lebaran

Nomor: ARTIKEL-71/BGN/03/2026

Artikel 31 Maret 2026

picture-Pagi Ceria di SDN Pegangsaan, MBG Hidupkan Semangat Siswa Pasca Lebaran

Jakarta – Suasana hangat dan penuh keceriaan menyelimuti SDN Pegangsaan 01, Cikini, Jakarta Pusat, Selasa pagi (31/3). Tepat pukul 07.00 WIB, para siswa kembali memulai aktivitas belajar usai libur Idulfitri dengan semangat baru, seiring hadirnya kembali Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di lingkungan sekolah mereka.

Keceriaan tampak jelas dari wajah anak-anak yang antusias menyambut hidangan bergizi yang telah mereka terima secara rutin sejak September 2025. Bagi mereka, MBG bukan sekadar program, melainkan bagian dari keseharian yang dirindukan—menghadirkan energi, kebersamaan, dan semangat untuk belajar.

Momentum ini turut dihadiri Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Bidang Operasional Pemenuhan Gizi, Sony Sonjaya, bersama jajaran Dinas Pendidikan Jakarta Pusat.

Dalam suasana akrab, Sony Sonjaya berinteraksi langsung dengan para siswa, menanyakan pengalaman mereka terhadap program MBG. Respons spontan dan penuh semangat langsung terdengar dari anak-anak.

“Gimana rasanya MBG? Enak kan? Suka MBG?” tanya Sony.

“Suka! Enak!” jawab siswa serempak dengan wajah ceria.

Menurut Sony, respons tersebut menjadi indikator nyata bahwa program MBG memberikan dampak langsung bagi anak-anak, baik dari sisi pemenuhan gizi maupun semangat belajar.

“Yang paling penting, anak-anak kita mendapatkan asupan gizi yang cukup, aman, dan berkualitas. Dari senyum dan antusiasme mereka, kita bisa melihat bahwa program ini benar-benar dirasakan manfaatnya,” ujarnya.

Tak hanya soal rasa, siswa juga menyampaikan kepuasan terhadap ketepatan waktu distribusi makanan dari SPPG. Bahkan, beberapa siswa dengan percaya diri mengungkapkan keinginan untuk memberikan masukan terkait variasi menu. Hal ini menunjukkan bahwa MBG telah menjadi program yang dekat dan melibatkan partisipasi siswa.

Sony menegaskan, keberlanjutan program ini harus terus dijaga dengan standar kualitas dan keamanan yang tinggi.

“MBG ini bukan sekadar memberi makan, tapi membangun generasi yang sehat dan kuat. Karena itu, kualitas, kebersihan, dan distribusinya harus terus kita jaga bersama,” tegasnya.

Penerimaan positif terhadap MBG juga datang dari para guru dan civitas sekolah. Mereka menilai program ini sangat membantu dalam memenuhi kebutuhan gizi siswa serta berdampak pada peningkatan konsentrasi dan semangat belajar di kelas.

Di akhir kunjungan, Sony Sonjaya menegaskan bahwa kehadirannya di hari pertama pasca-libur merupakan bagian dari upaya memastikan program berjalan optimal di lapangan.

“Saya sengaja hadir di hari pertama setelah libur. Ternyata anak-anak sangat antusias. Mereka suka, dan yang paling penting, mereka membutuhkan MBG ini,” pungkasnya.

Biro Hukum dan Humas
Badan Gizi Nasional