Berita

/

Artikel

/

Gen Z Jadi Relawan Dapur MBG : Seru Benget!

Gen Z Jadi Relawan Dapur MBG : Seru Benget!

Nomor: ARTIKEL-97/BGN/05/2026

Artikel 17 Mei 2026

picture-Gen Z Jadi Relawan Dapur MBG : Seru Benget!

Makassar – Bagi banyak orang, dapur mungkin hanya tempat memasak.Namun bagi Bulqis, dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) adalah ruang belajar tentang hidup, tentang proses, dan tentang menjadi lebih kuat.

Sebagai bagian dari generasi muda, Bulqis mengaku tidak betah hanya diam di rumah. Sebelum bergabung dengan SPPG, hari-harinya terasa kosong dipenuhi pencarian kerja yang tak kunjung membuahkan hasil. Kini, semuanya berbeda.

“Senang, karena ada kegiatan setiap hari,” kata Bulqis saat ditanya bagaimana perasaannya bekerja di dapur MBG.

Di dapur SPPG Biringkanaya 03, ia menemukan ritme baru. Aktivitas yang padat, tim yang beragam usia, serta dinamika kerja yang tinggi justru membuatnya merasa hidup. Sebagai Gen Z, pengalaman ini terasa unik.

“Seru, karena bisa ketemu banyak orang dan dapat banyak pengalaman,” ujarnya.

Namun di balik kata “seru”, ada proses yang tidak selalu mudah. Pekerjaan fisik yang dimulai sejak subuh, tekanan untuk tetap produktif, hingga tanggung jawab membagi waktu dengan kuliah menjadi tantangan tersendiri. Tidak jarang rasa lelah datang, tetapi Bulqis memilih cara sederhana untuk menghadapinya.

“Ikhlas dan sabar saja, nanti terasa mengalir,” katanya.

Dari dapur itulah, ia belajar tentang arti ketekunan. Tentang bagaimana menjalani sesuatu meski terasa berat. Tentang bagaimana tetap bergerak, bahkan ketika keadaan tidak selalu mudah.

Pengalaman ini perlahan membentuk dirinya. Bulqis menjadi lebih disiplin, lebih mandiri dan lebih percaya diri menghadapi masa depan. Program MBG, dalam pandangannya, bukan hanya memberikan manfaat bagi penerima makanan. Lebih dari itu, program ini juga menciptakan ruang pemberdayaan. Ruang di mana anak muda bisa belajar, bekerja, dan bertumbuh. Ruang di mana seseorang seperti Bulqis bisa menemukan arah hidupnya.

Salah satu momen yang paling ia ingat adalah ketika menyadari bahwa pekerjaannya memiliki dampak nyata bukan hanya bagi orang lain, tetapi juga bagi dirinya sendiri. Dari dapur itu, ia tidak hanya mendapatkan penghasilan. Ia mendapatkan makna.

Kini, Bulqis menatap masa depan dengan harapan yang lebih jelas. Ia ingin menyelesaikan pendidikannya dan membangun karier yang lebih baik. Namun nilai paling penting yang ia bawa bukan sekadar pengalaman kerja, melainkan cara pandang terhadap hidup. Bahwa semua proses, sekecil apa pun, memiliki arti.

Biro Hukum dan Humas
Badan Gizi Nasional

Butuh Bantuan?