Berita
/
Artikel
/
Dulu Tak Mau Sayur dan Buah, Kini Anak Penerima Manfaat Terbiasa Makan Sehat Berkat MBG
Dulu Tak Mau Sayur dan Buah, Kini Anak Penerima Manfaat Terbiasa Makan Sehat Berkat MBG
Nomor: SIPERS-144C/BGN/03/2026
Artikel • 10 Maret 2026
Sumber:
Dok. Biro Hukum dan HumasMakassar - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diterapkan di sejumlah sekolah di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, tidak hanya membantu pemenuhan gizi anak, tetapi juga mulai mengubah kebiasaan makan mereka menjadi lebih sehat.
Hal tersebut dirasakan langsung oleh Umi Khumaira, orang tua dari salah satu siswa di TK Aisyiyah Bustanul Athfal Balang Boddong. Dia mengaku program ini membuat anaknya yang sebelumnya sangat pemilih dalam makanan kini mulai terbiasa mengonsumsi sayur dan buah.
"Sayuran selama ada MBG kalau saya pribadi, saya orang tuanya, saya jarang masakkan sayur karena dia tolak. Selama ada MBG, dia makan karena lebih dipaksa sama gurunya. Kalau dari rumah saya bekalkan sayur pasti sudah menolak, enggak mau bawa. Kalau anakku pribadi, kalau enggak dijus itu buah, enggak bakalan mau," ungkapnya, Selasa (10/3).
Menurut Umi, perubahan tersebut bahkan mulai terbawa hingga ke rumah. Anak yang sebelumnya sangat selektif terhadap makanan kini mulai mencoba berbagai menu. Menurut Umi, sebelum adanya Program MBG, menu makanan yang disiapkan di rumah cenderung sederhana.
Dia juga mengakui bahwa sebagai orang tua terkadang hanya menyiapkan makanan praktis. "Kalau mungkin kita ini sebagai ibu-ibu, mungkin yang simpel-simpel. Kalau dari rumah itu kayak simpel-simpel pasti, kalau yang apalagi yang bangun telat ibunya, pasti yang junk food. Kalau ada nugget, nugget. Tapi kan kalau dari MBG dia pikir proteinnya, kalsiumnya, gizinya, vitaminnya," ucapnya.
Dia kembali menceritakan salah satu pengalaman yang membuatnya terkejut ketika anaknya mengaku memakan nasi kuning yang merupakan menu MBG kala itu.
"Dia tidak pernah suka nasi kuning tapi selama MBG dibawa, ada menunya nasi kuning, dia makan nasi kuning. Saya kaget karena anakku itu pilih-pilih. Nasi goreng, enggak mau. Nasi kuning enggak mau, katanya nasi itu warna putih, bukan warna-warni. Jadi selama MBG ini sampai neneknya kaget," ungkap Umi.
Selain perubahan pola makan, Umi juga melihat perkembangan pada kondisi kesehatan anaknya. Dia mengatakan berat badan anaknya yang sempat turun kini mulai meningkat.
Dia memperkirakan kenaikan berat badan anaknya sekitar satu setengah hingga dua kilogram dalam beberapa waktu terakhir. Baginya, kehadiran Program MBG sangat membantu orang tua dalam membentuk kebiasaan makan sehat pada anak-anak, terutama bagi mereka yang sulit makan sayur dan buah.
Umi pun berharap program tersebut dapat terus berjalan dan menghadirkan variasi menu yang semakin kreatif. "Harapanku, semoga menu-menunya semakin kreatif, berkreasi, tidak monoton. Supaya menambah memikirkan kesehatan dan gizinya anak-anak," pungkasnya.
Biro Hukum dan Humas
Badan Gizi Nasional