Berita

/

Artikel

/

Di Tengah Kesibukan Merawat Anak, MBG Menjadi Dukungan bagi Firda

Di Tengah Kesibukan Merawat Anak, MBG Menjadi Dukungan bagi Firda

Nomor: ARTIKEL-110/BGN/10/2026

Artikel • 3 Oktober 2026

picture-Di Tengah Kesibukan Merawat Anak, MBG Menjadi Dukungan bagi Firda

Takalar — Hari-hari Firda banyak dihabiskan di rumah. Sebagian besar waktunya tercurah untuk merawat Adnan, putranya yang berusia empat tahun dan membutuhkan pendampingan dalam menjalani aktivitas sehari-hari.

Di tengah rutinitas itu, Firda juga sedang mengandung. Peran sebagai ibu membuatnya harus membagi perhatian antara merawat Adnan, menjaga kehamilan, dan mengurus kebutuhan keluarga.

Kesibukan tersebut terkadang membuat Firda lupa memperhatikan dirinya sendiri, termasuk soal makan. Ketika sedang sibuk mengurus Adnan, ia mengaku kerap kehilangan selera atau menunda waktu makan.

“Makannya juga teratur juga, karena biasa malas ki makan kalau mengurus ki anak” (Pola makan saya juga menjadi lebih teratur, karena biasanya saya malas makan ketika sedang mengurus anak), ujar Firda.

Kehadiran program Makan Bergizi Gratis (MBG) kemudian menjadi salah satu hal yang membantu keseharian Firda. Adnan merupakan salah satu penerima manfaat program tersebut. Sementara Firda, yang sedang hamil, juga termasuk dalam kelompok penerima.

Bagi Firda, makanan yang tersedia membuat kebutuhan asupan sehari-hari terasa lebih mudah dipenuhi. Ia tidak selalu harus memikirkan dan menyiapkan makanan sendiri di tengah kesibukannya mengurus anak.

Salah satu hal yang paling ia sukai dari menu MBG adalah buah-buahan. Sebelumnya, jika ingin menyediakan buah di rumah, Firda harus pergi ke pasar pada pagi hari. Dengan adanya MBG, buah menjadi bagian dari makanan yang diterimanya.

“Senang juga karena terus ada buah-buahannya toh. Karena biasa ke pasar pagi baru bisa dibeli buah-bahan” (Saya juga senang karena selalu ada buah-buahan. Biasanya saya harus pergi ke pasar pada pagi hari terlebih dahulu untuk membeli buah), kata Firda.

Bagi Firda, buah bukan sekadar pelengkap makanan. Di tengah kehamilannya, keberadaan menu yang lebih beragam membuatnya merasa terbantu. Ia dapat menikmati buah tanpa harus selalu menyempatkan diri pergi ke pasar.

Selain itu, Firda juga merasakan perubahan pada keteraturan waktu makannya. Ia mengatakan nafsu makannya tetap terjaga selama menerima MBG.

“Iya, eh nafsu makannya tetap eh terjaga” (Iya, nafsu makan saya tetap terjaga), tuturnya.

Di rumah, Firda memang lebih banyak menghabiskan waktunya untuk merawat Adnan. Suaminya bekerja serabutan, mulai dari pekerjaan bangunan hingga menjadi buruh tani. Dengan kondisi tersebut, dukungan terhadap kebutuhan keluarga menjadi sesuatu yang sangat berarti bagi Firda.

MBG juga memberikan manfaat yang ia rasakan langsung pada kebiasaan makan Adnan. Sebelum menerima MBG, Adnan kerap melewatkan waktu makan. Kini, makanan yang datang justru membuatnya lebih bersemangat untuk makan.

“Kalau ada MBG mau sekali mi makan. Menangis ki kalau ndak dikasih makan” (Kalau ada MBG, dia sangat mau makan. Dia menangis kalau tidak diberi makan), ujar Firda.

Bagi Firda, perubahan itu menjadi salah satu hal yang paling ia syukuri. Sebab, selama ini ia harus menghadapi tantangan agar Adnan mau makan dan mendapatkan asupan yang cukup.

Perubahan tersebut kemudian terlihat pada berat badan Adnan. Dalam dua bulan menerima MBG, berat badannya meningkat hampir satu kilogram. Sebelumnya, kenaikan berat badan Adnan biasanya hanya sekitar dua ons sehingga cenderung stagnan.

“Biasanya menetap ji berat badannya. Palingan naik 2 ons ji. Jalan di tempat biasanya” (Biasanya berat badannya tetap. Paling hanya naik 2 ons. Biasanya tidak mengalami perkembangan), jelasnya.

Kini, berat badan Adnan telah mencapai lebih dari 10 kilogram dan hampir 11 kilogram. Sebelumnya, berat badan Adnan pernah berada di angka sembilan kilogram dan ia masuk kategori stunting.

Bagi Firda, perubahan tersebut memberikan rasa lega sekaligus harapan. Ia pun semakin memperhatikan makanan yang disukai dan dapat dikonsumsi dengan baik oleh Adnan.

Telur menjadi salah satu makanan favorit anaknya. Selain itu, Adnan juga menyukai sayur labu siam serta buah-buahan seperti pisang, jeruk, dan buah naga.

“Kayanya telur ji toh, kan selalu ada ji juga. Dia ji memang suka telur” (Sepertinya telur, karena memang selalu ada juga. Dia memang suka telur), kata Firda ketika menyampaikan menu yang paling disukai Adnan.

Susu juga menjadi salah satu asupan yang menurut Firda dibutuhkan Adnan. Ia mengatakan anaknya menyukai susu, yang pernah diterimanya melalui program tersebut.

“Perlu. Suka susu,” ujarnya.

Bagi Firda, manfaat MBG tidak hanya terasa dari makanan yang diterima, tetapi juga dari kemudahan yang hadir dalam kesehariannya. Ia bisa lebih terbantu memenuhi kebutuhan makan Adnan, sementara dirinya tetap mendapatkan asupan di tengah kehamilan.

“Senang. Senang karena terbantu. Eh anak-anak juga suka. Eh kita juga eh mudah” (Saya senang karena merasa terbantu. Anak-anak juga suka. Kami juga merasa dimudahkan), tutur Firda.

Di tengah kesibukan merawat Adnan dan menjalani kehamilan, Firda tetap memantau perkembangan anaknya. Berat badan menjadi salah satu hal yang terus ia perhatikan, terlebih karena dokter menjadikannya sebagai salah satu acuan dalam melihat perkembangan Adnan.

“Karena patokannya dari dokter itu berat badannya juga,” katanya.

Firda menyadari perjalanan Adnan masih panjang. Kenaikan berat badan hampir satu kilogram dalam dua bulan tentu belum menyelesaikan seluruh tantangan yang dihadapi anaknya. Namun, perubahan tersebut cukup untuk membuatnya kembali menaruh harapan.

Harapan Firda pun sederhana.

“Semoga berat badannya naik, bisa jalan,” ucapnya.

Ia ingin melihat berat badan Adnan terus bertambah, tubuhnya semakin kuat, dan suatu hari nanti anaknya dapat berdiri dan berjalan.

Harapan itu pula yang membuat Firda berharap MBG dapat terus berjalan dan memberikan manfaat bagi anak-anak seperti Adnan.

“Sangat-sangat membantu adanya MBG. Terima kasih MBG sudah menyediakan makanan untuk anak-anak kami,” kata Firda.

Bagi Firda, makanan yang diterimanya mungkin terlihat sederhana. Namun di tengah hari-hari yang dipenuhi aktivitas merawat anak, menjaga kehamilan, dan mengurus keluarga, seporsi makanan dapat menjadi dukungan yang berarti.

Sementara bagi Adnan, setiap makanan yang disantap adalah bagian dari perjalanan tumbuh kembang yang masih panjang.

Hari-hari Firda akan tetap diisi dengan rutinitas yang sama. Ia akan terus merawat Adnan, memantau berat badannya, menjaga kehamilannya, dan menanti perkembangan baru dari putranya.

Namun kini, ada hal-hal kecil yang membuat langkahnya terasa sedikit lebih ringan: Adnan semakin mau makan, berat badannya mulai bertambah, dan harapan untuk melihat anaknya berjalan masih tetap ada.

Bagi seorang ibu, harapan seperti itu mungkin tidak membutuhkan banyak kata. Cukup melihat anaknya tumbuh sedikit demi sedikit, lalu percaya bahwa suatu hari nanti, langkah kecil itu akan menjadi langkah yang lebih besar.

Biro Hukum dan Humas
Badan Gizi Nasional

Butuh Bantuan?