Berita

/

Artikel

/

Dari Relawan Jadi Berdaya: SPPG Dulomo Utara Angkat Ekonomi Warga

Dari Relawan Jadi Berdaya: SPPG Dulomo Utara Angkat Ekonomi Warga

Nomor: SIPERS-433/BGN/12/2025

Artikel 20 Desember 2025

picture-Dari Relawan Jadi Berdaya: SPPG Dulomo Utara Angkat Ekonomi Warga

Gorontalo — Di balik aktivitas dapur Program Makan Bergizi (MBG) di SPPG Dulomo Utara, terdapat kisah perubahan hidup yang dialami warga sekitar. Ibu rumah tangga yang sebelumnya tidak memiliki penghasilan tetap, hingga pemuda yang sempat menganggur, kini terlibat aktif sebagai relawan terlatih dalam pengelolaan layanan gizi. Dari ruang dapur sederhana, lahir proses pemberdayaan yang menggerakkan ekonomi keluarga dan membangun kepercayaan diri masyarakat.

Melalui pelibatan warga sekitar, SPPG Dulomo Utara tidak hanya menjalankan fungsi pemenuhan gizi, tetapi juga menjadi ruang belajar dan kerja. Para relawan mendapatkan pelatihan dasar pengolahan pangan, sanitasi, hingga disiplin kerja, sehingga perlahan bertransformasi menjadi tenaga yang terampil dan produktif.

Kepala Biro Hukum dan Humas memberikan arahan kepada Kepala SPPG Dulomo Utara

Kepala Biro Hukum dan Humas BGN, Khairul Hidayati, menilai pendekatan tersebut sebagai bagian dari dampak sosial yang diharapkan dari pelaksanaan MBG.

“Program MBG tidak hanya berbicara tentang makanan, tetapi juga tentang dampak sosial di sekitarnya. Ketika masyarakat dilibatkan dan diberdayakan, program ini ikut mendorong peningkatan kesejahteraan di tingkat akar rumput,” ujar Hida.

Bagi banyak relawan, keterlibatan di SPPG menjadi pintu masuk menuju kemandirian ekonomi. Aktivitas harian di SPPG memberi mereka pengalaman kerja, rasa tanggung jawab, serta penghasilan yang membantu memenuhi kebutuhan rumah tangga.

Hida menambahkan bahwa pola pemberdayaan seperti ini sejalan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan yang diusung pemerintah.

“BGN mendorong agar SPPG menjadi pusat layanan gizi yang memberi manfaat ganda, tidak hanya memastikan asupan bergizi bagi penerima manfaat, tetapi juga membuka ruang partisipasi dan pemberdayaan masyarakat sekitar,” jelasnya.

Biro Hukum dan Humas
Badan Gizi Nasional